Selasa, 02 Desember 2014

Kawah Sikidang, Dieng

     Di tengah-tengah perjalanan kami mengunjungi candi-candi di Dieng, tak lupa kami mampir ke Kawah Sikidang. Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah di dataran tinggi Dieng yang masih aktif. Walaupun sudah lama sekali dataran tinggi Dieng ini tidak meletus tetapi hingga saat ini masih terdapat kawah-kawah yang aktif. Kawah Sikidang yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo ini tidak sulit untuk dijangkau. Jika kalian berpergian menggunakan angkutan umum, dari Terminal Wonosobo kalian dapat menaiki bus dengan jurusan Wonosobo - Dieng. Bus ini akan membawa kalian hingga pintu gerbang depan kawah Sikidang.
     Kawah Sikidang berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu 'kidang' yang berarti kijang. Hal ini disebabkan oleh lokasi kawah yang berpindah-pindah seperti seekor kijang yang melompat kesana kemari. Memang di lokasi kawah terdapat banyak kawah-kawah kecil dan semburan-semburan asap dari tanah. Jadi hati-hati ya dengan langkah kalian :). Perhatikan dengan seksama tanah yang kalian injak. Jika terdapat lumpur yang mendidih atau asap serta desisan asap pastikan untuk tidak menginjaknya.

Kawah Sikidang
      Bau menyengat sudah menyambut kami dari gerbang depan dan penjual masker pun juga tiada henti menawarkan masker untuk menutup mulut dan hidung kami. Di sekitar kawah Sikidang ini terdapat pipa-pipa besar yang menyalurkan uap panas dari kawah sebagai pembangkit listrik. Asap-asap mengepul di beberapa bagian pipa. Sejenak aku merasa agak ngeri melihat suasana kawah yang panas dan penuh dengan lumpur mendidih serta asap mengepul di sana-sini. Tidak ada alasan bagiku untuk dekat-dekat dengan pipa-pipa mengepul itu dan bermain-main di dekat sana :D. Jadi aku dan Getih hanya berfoto dari jauh saja.


     Banyak pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan dari kentang goreng, berbagai macam gorengan dan minuman. Bahkan ada pedagang yang menjajakan telur rebus yang cara merebusnya langsung dari kawah utama Sikidang. Mereka mengaitkan telur-telur itu pada seutas tali yang diikatkan pada bambu dan memasukannya ke dalam kawah hingga telur itu matang. Walaupun di sekitar kawah sudah diberi pagar yang terbuat dari papan sebagai tanda jarak aman tetapi tetap saja beberapa pengunjung dan juga pedagang melanggarnya. Selain makanan para pedagang juga menjual bunga edelweiss kering yang diberi pewarna. Bunga-bunga edelweiss kering itu ditempatkan pada vas-vas kayu pakis. Sungguh sangat disayangkan bunga-bunga edelweiss yang dilarang untuk dipetik malah diperjual belikan dengan bebas di sini. Sungguh, mereka lebih cantik jika hidup, tanpa pewarna maupun tanpa vas. Teringat bunga-bunga edelweiss segar di gunung Merbabu dan Lawu. Aku juga tidak bisa membayangkan berapa banyak tanaman pakis dan juga bambu Pringgodani khas Dieng yang sudah dibabat. Semoga saja mereka melakukan reboisasi, kalau tidak bisa rusak ekosistem alam Dieng.

Telur-telur yang direbus di kawah
      Karena kami mengunjungi lokasi kawah Sikidang di akhir pekan kami berkesempatan melihat beberapa warga lokal yang bermain musik untuk mendapatkan uang. Musiknya asik juga :)

Permainan musik warga sekitar
     Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah di kawasan dataran tinggi Dieng yang ramai pengunjung dan cukup aman untuk dijadikan tujuan berakhir pekan. Walaupun demikian selalu berhati-hati dan jangan dengan sengaja membahayakan diri sendiri dengan melanggar larangan-larangan yang ada.

Selamat berwisata!!!
-Veronika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar