Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Krokot (Portulaca)

Kerajaan (Kingdom) Plantae
Ordo (Order) Caryophyllales
Famili (Family) Portulacaceae
Genus Portulaca L.

     Portulaca atau yang sering kita sebut Krokot merupakan tanaman yang memiliki spesies 40-100 jenis. Warnanya yang biasanya cerah dan bervariasi menarik perhatian bukan hanya manusia tetapi juga serangga. Krokot cukup mudah tumbuh dan berkembang karena dia dapat tumbuh di berbagai medan tanah terutama pasir serta tanah kerikil. Krokot sangat menyukai matahari sehingga kita akan sering melihat bunganya bermekaran ketika musim panas.
     Beberapa sumber mengatakan bahwa tanaman ini bisa juga dimakan tetapi aku sendiri belum pernah memakannya. Krokot yang tumbuh rendah diatas tanah ini menyebar menggunakan bijinya. Tetapi aku pernah melihat mamaku menanamnya dengan cara memotong batangnya dan menancapkannya ke tanah. Wow, Krokot mudah sekali tumbuh ya (^_^).

     Portulaca or the Indonesian people usually called it as Krokot, it is a plant that has 40-100 species. Its color (usually bright and various) does not only attract humans but also insects. Portulaca is quite easy to grow and bloom because it tolerate many kinds of soil especially sand and gravel soil. Moreover, it loves the sunlight and we will often see the flowers bloom in summer.
     Some sources say that Portulaca can also be eaten but i never tried it by myself. Portulaca that grows low above the ground spreads using its seeds. But, i ever saw my mother planting it by cutting the stems and sticking it into the ground. Wow, Portulaca is easy to grow (^_^).










Foto-foto Portulaca diatas aku ambil di kebun samping rumahku di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia :).

Portulaca's photos above was taken in the garden beside my house in Getasan, Kabupaten Semarang, Central Java, Indonesia :)

-Veronika

Rabu, 07 Mei 2014

Jangan "ngaku" wisatawan yang sopan jika masih "doyan" buang sampah sembarangan.

   
 "KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN"

     Akhir-akhir ini aku jadi semakin pesimis tentang kebersihan tempat-tempat wisata dan bahkan kebersihan gunung-gunung di Indonesia. Entah semenjak kapan orang-orang Indonesia ini suka sekali buang sampah sembarangan dan tidak tau apa alasannya mereka lebih suka sampah bertebaran dimana-mana daripada kebersihan. Sempat terpikir olehku mungkin kebanyakan orang-orang ini terbiasa semenjak dulu memiliki kebiasaan primitif. Jaman dulu hampir semua dibungkus dengan daun dan setelah digunakan akan dibuang begitu saja, jadi sampai sekarang masih seperti itu. Kalau daun sih mudah terurai, lha kalau sampah plastik? Itu sampai cucu kita mati saja belum tentu sudah terurai 100%.

     Ada sebuah pengalaman yang membuat hati kecut waktu aku bantu bersih-bersih salah satu wisata alam di Jawa Tengah. Waktu itu sampah bertebaran dimana-mana dan orang-orang di sekitarnya tidak merasa risih malah dengan santai membuang sampah sembarangan. Waktu aku pungut sampah-sampah dan memasukkannya ke trash bag ada yang bertanya padaku "Mbak, ada acara apa ya kok bersih2 sampah?" dan dengan sabar kujawab "Memangnya harus ada acara khusus ya untuk buang sampah pada tempatnya?". Orang itu hanya nyengir dan kembali tak peduli.

     Ada baiknya jika anda sekalian masih gemar buang sampah sembarangan, sebaiknya jangan datang ke tempat-tempat wisata dan gunung-gunung Indonesia. Hentikan dulu kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah di tempat wisata alam dan gunung-gunung. Anda mungkin tidak merasakan kerugiannya sekarang, tetapi nantinya jika alam sudah rusak baru anda merasa rugi.

     Sopanlah terhadap alam karena alam adalah harta bagi kita. Jika anda menganggap pendapat saya ini adalah hal yang tidak penting dan anda tetap membuang sampah sembarangan berarti anda adalah orang yang kurang beriman karena "Kebersihan adalah sebagian dari iman"  hanya menjadi sebuah kata-kata yang tak berarti. Cintailah alam maka alam akan memberikan segala yang kita butuhkan.

Lokasi: Curug Semirang, Ungaran, Jawa Tengah


Rabu, 14 Agustus 2013

Hipotermia, pahami gejalanya dan cara menanganinya

     Hipotermia (Hypothermia) merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja saat suhu udara dingin. Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kesulitan dan pada akhirnya tidak mampu menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
     Hipotermia yang kerap kali menyerang terutama para pendaki gunung ini tidak boleh dianggap sepele. Jika sudah mencapai tingkat yang fatal bisa mengakibatkan kematian. Untuk menghindari Hipotermia para pendaki sebaiknya menghindari air dan tempat-tempat yang basah dan sebisa mungkin menjaga suhu tubuh, karena itu disarankan mengganti pakaian jika pakaian basah oleh keringat atau karena hujan. Ketika berjalan melakukan pendakian suhu tubuh akan meningkat dan biasanya pendaki akan berkeringat yang menyebabkan pakaian menjadi basah. Gunakan pakaian tertutup yang mudah kering dan segera mengenakan jaket jika tidak sedang berjalan untuk menjaga suhu tubuh selalu hangat.


     Ciri-ciri orang yang terkena Hipotermia ringan adalah penderita bicara melantur, kulit menjadi agak pucat, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, badan menggigil. Keadaan penderita akan menjadi semakin memburuk jika tidak segera ditangani. Pada Hipotermia berat penderita akan berhalusinasi dan tidak lagi merasa kedinginan bahkan akan merasa kegerahan sehingga penderita akan melepaskan pakaiannya satu-persatu. Keadaan ini sangat berbahaya, penderita Hipotermia harus segera diberikan minuman hangat (bukan minuman beralkohol) dan pakaian tambahan untuk menaikkan suhu tubuhnya.
     Tubuh manusia dalam usahanya menyeimbangkan suhu badan membutuhkan kalori yang tinggi maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi seperti gula jawa (andalanku kalau naik gunung :)), coklat, minuman manis dan lain sebagainya. Jika memungkinkan sebaiknya penderita diminta untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh untuk menghangatkan tubuh, tetapi jangan sampai berkeringat. Ingat, orang yang terkena Hipotermia biasanya tidak sadar dan jika sudah dalam kondisi parah bisa kehilangan kesadaran!!!!! Maka teman-teman sesama satu team harus saling memperhatikan satu sama lain untuk mengetahui jika ada yang terkena gejala Hipotermia sedini mungkin.
     Jika penderita sudah semakin parah sebaiknya langsung masukan ke tenda dan lepas semua pakaiannya dan masukan ke dalam sleeping bag, ditambah dua orang lain yang juga melepas semua pakaiannya dan ikut masuk ke dalam sleeping bag untuk membantu menghangatkan tubuh penderita (dilarang berpikiran jorok, teman sudah mau mati harus segera ditolong!!!).

Selalu waspada!!! Saling mengingatkan teman satu team agar tidak terkena Hipotermia saat mendaki gunung.