Tampilkan postingan dengan label Just My Thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just My Thought. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2014

Jangan "ngaku" wisatawan yang sopan jika masih "doyan" buang sampah sembarangan.

   
 "KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN"

     Akhir-akhir ini aku jadi semakin pesimis tentang kebersihan tempat-tempat wisata dan bahkan kebersihan gunung-gunung di Indonesia. Entah semenjak kapan orang-orang Indonesia ini suka sekali buang sampah sembarangan dan tidak tau apa alasannya mereka lebih suka sampah bertebaran dimana-mana daripada kebersihan. Sempat terpikir olehku mungkin kebanyakan orang-orang ini terbiasa semenjak dulu memiliki kebiasaan primitif. Jaman dulu hampir semua dibungkus dengan daun dan setelah digunakan akan dibuang begitu saja, jadi sampai sekarang masih seperti itu. Kalau daun sih mudah terurai, lha kalau sampah plastik? Itu sampai cucu kita mati saja belum tentu sudah terurai 100%.

     Ada sebuah pengalaman yang membuat hati kecut waktu aku bantu bersih-bersih salah satu wisata alam di Jawa Tengah. Waktu itu sampah bertebaran dimana-mana dan orang-orang di sekitarnya tidak merasa risih malah dengan santai membuang sampah sembarangan. Waktu aku pungut sampah-sampah dan memasukkannya ke trash bag ada yang bertanya padaku "Mbak, ada acara apa ya kok bersih2 sampah?" dan dengan sabar kujawab "Memangnya harus ada acara khusus ya untuk buang sampah pada tempatnya?". Orang itu hanya nyengir dan kembali tak peduli.

     Ada baiknya jika anda sekalian masih gemar buang sampah sembarangan, sebaiknya jangan datang ke tempat-tempat wisata dan gunung-gunung Indonesia. Hentikan dulu kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah di tempat wisata alam dan gunung-gunung. Anda mungkin tidak merasakan kerugiannya sekarang, tetapi nantinya jika alam sudah rusak baru anda merasa rugi.

     Sopanlah terhadap alam karena alam adalah harta bagi kita. Jika anda menganggap pendapat saya ini adalah hal yang tidak penting dan anda tetap membuang sampah sembarangan berarti anda adalah orang yang kurang beriman karena "Kebersihan adalah sebagian dari iman"  hanya menjadi sebuah kata-kata yang tak berarti. Cintailah alam maka alam akan memberikan segala yang kita butuhkan.

Lokasi: Curug Semirang, Ungaran, Jawa Tengah


Jumat, 02 Agustus 2013

Teruntuk Mamaku...

     Jumat, 2 Agustus 2013

     Hari ini hari terakhir efektif kerja, karena minggu depan sudah libur lebaran. Hal pertama yang terpikir olehku adalah pulang kerumah dan bertemu mamaku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak berada di rumah bahkan hanya untuk berakhir pekan. Padahal aku tahu mama selalu memasak makanan favoritku jika akhir minggu dan dia pun tidak marah kalau aku tidak pulang ke rumah untuk memakannya. Kenyataan bahwa aku sering sibuk bahkan di akhir pekan membuatnya tak menyayangkan ketidak hadiranku dirumah, setidaknya itu yang kutahu.
     Teringat kembali kenangan-kenangan masa kecilku tentang kesabaran mamaku. Terlintas kenangan mama bekerja keras mencuci baju-baju seragam taman kanak-kanaku dan dengan sabar mengurai gulungan kaos kaki yang penuh kotoran yang selalu kugulung seperti donat ketika melepasnya.
     Teringat pelukannya yang menenenangkanku ketika aku menangis setelah pulang dari ujian matematika. Ujian itu begitu buruk dan aku tak yakin bisa lulus SMA. Tapi mama berkata kalau memang aku harus mengulang dia akan mendukungku.
    Teringat air matanya ketika melihatku dalam balutan pakaian toga dan membawa ijazah yang sudah kunantikan selama hampir 6 tahun. Cukup lama aku berkuliah dan tak henti-hentinya dia mendukungku untuk bisa lulus walaupun sangat sulit bagiku. Hari itu aku sangat puas dengan membanggakannya dengan mengenakan toga dan ijazah di tanganku. Air mata bahagia itu membuatku ikut menangis bahagia bersamanya.
     Teringat senyumnya yang tulus ketika mama mendatangiku di kantor dengan kue ulang tahun di tangannya. Walaupun hujan mama jauh-jauh membawa kue itu untukku karena aku tidak bisa pulang.
         Dan apa yang kulakukan selama ini? Aku akan pulang ma..untuk memelukmu..

"Berikan segala perhatianmu kepada orang tuamu bahkan hanya untuk hal yang paling sepele sekalipun, karena mungkin suatu hari nanti kau akan merasa apa yang kau lakukan untuk mereka itu tidak cukup ketika mereka sudah tak disampingmu lagi."

Kamis, 20 Juni 2013

Sahabat dan teman hidup layaknya jeans belel

     Kamis, 20 Juni 2013

     Pagi ini seperti biasa aku selalu bangun kesiangan. Kadang heran kenapa kalau hari kerja selalu sulit untuk bangun pagi, padahal kalau libur akhir minggu dengan semangat 45 bangun pagi untuk mbolang. Setelah dengan kilat kurapikan tempat tidur dan kuberi makan dan kujemur ke-tiga kura-kura kesayanganku di depan kos akupun segera mandi. Mandinya pun secepat kilat.
     Kubuka lemariku dan kupilih pakaianku hari ini. Dari kecil orang tuaku selalu mengajariku untuk selalu mengambil baju yang berada di paling atas tumpukan baju, kalau tidak nurut bisa-bisa kena omel habis-habisan. Tanpa pikir panjang kutarik kaos dan celana jeans yang ada di tumpukan paling atas. Ini hal yang paling kusukai di kantor, tidak ada yang namanya peraturan harus berpakaian ala kantoran. Kami boleh pakai jeans dan kaos.
     Cepat-cepat kupakai kaos dan jeansku. Sebenarnya aku tidak mau mengganti jeansku yang sudah kupakai seminggu dengan jeans yang sudah kucuci ini karena akan butuh perjuangan untuk memakainya. Mungkin bukan hanya aku yang merasa kalau jeans yang baru dicuci itu terasa lebih kecil dan ketat ketimbang yang sudah dipakai lama. Kulirik kembali jeans belelku yang sudah kulempar ke keranjang pakaian kotor karena merasa malas untuk berkutat dengan jeans yang baru ini.
     Ah, tapi sudahlah, segera kupakai jeans secepat mungkin. Karena memang aku sekarang sudah bertambah gemuk jadi jeansnya agak kekecilan. Arrgghhhh!! sulit sekali memakai jeans yang baru dicuci ini, aku coba perlahan-lahan mengenakannya. Setelah berkutat selama beberapa detik akhirnya terpakai dengan benar juga. Terasa ketat dan kaku. Tapi seperti yang kita tahu nanti jeans itu akan melar dan nyaman dipakai dengan sendirinya seiring seringnya kita mengenakannya.
     Dalam perjalanan ke kantor sempat terlintas dalam otaku yang tak terlalu cerdas ini. Kalau dirasa-rasa, sepertinya hal yang sama terjadi juga dengan seorang sahabat dan teman hidup. Awalnya, ketika kita benar-benar asing dengan orang lain pastinya kita tidak akan merasa nyaman dengan orang itu untuk bahkan berbicara ataupun berbagi senyum. Setelah perkenalan awal kita akan merasa ketat dan kaku jika harus berkomunikasi dengan orang itu. Tapi lama-kelamaan seiring waktu, banyak kisah, banyak pemikiran dan banyak pengalaman yang dijalani 2 orang yang benar-benar asing tadi membuat mereka semakin dekat bahkan tanpa sadar. Merasa nyaman berbagi isi hati, kegembiraan, kisah sedih dan bahkan kisah-kisah sepele yang tidak penting untuk diceritakan.
     Demikianlah akhirnya jeans yang baru dicuci semakin lama dan semakin belel lama-kelamaan menjadi nyaman dan menjadi jeans kesayangan begitu pula sahabat dan teman hidup. Orang yang benar-benar asing yang membuat kita merasa kaku dan ketat akhirnya menjadi orang ternyaman kita untuk berbagi segalanya.

Kusayang sahabat dan teman hidupku karena mereka adalah orang ternyamanku layaknya perumpamaan  jeans belel yang sangat nyaman kupakai setiap harinya (^_^)

Selasa, 18 Juni 2013

Aku tidak semurahan itu!!!!

     19 Juni, 2013

     Aku ini manusia, tidak kaya memang, tapi tetap manusia. Kata orang manusia itu memiliki kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri. Kata orang manusia itu bisa memilih apa yang menurut dia salah dan apa yang menurut dia benar, dan kata orang manusia itu berhak memutuskan apa yang akan dia lakukan dan apa yang tidak akan dia lakukan. Apa yang akan terjadi setelah itu ya itu urusan manusia itu sendiri.
     Tapi buatku yang sudah dibeli oleh uang sejak dilahirkan, apa yang seharusnya didapat seorang manusia tidak berlaku. Tidak ada 'aku' yang ada hanya 'uang'. Karena uang, segala sesuatu yang menjadi hak seorang manusia tak didapatkannya. Dan apa yang bisa kulakukan? Apa yang tertinggal padaku? Tidak ada, tak satupun menjadi miliku, karena semua sudah terbeli, terbeli oleh uang busuk kalian.
     Mulai sekarang, karena 'uang', kita bukan lagi saudara karena aku tak mau lagi hidup dalam kebaikan busuk yang kalian sembunyikan dibalik 'uang' busuk kalian. Tidak!! aku akan pergi kali ini. Tak peduli jika darahku masih mengalir di darahmu dan darahmu masih mengalir di urat nadiku, kita bukan lagi saudara. Karena aku tidak semurahan itu untuk bisa kau beli dengan hanya 'uang'. Aku ingin menjadi manusia beserta segala haknya.